Phone: 0784295116

  Fax: 0784211096 

Tak Biarkan Komik Indonesia Tambah Memudar

Tak Biarkan Komik Indonesia Tambah Memudar

Komikindo yakni singkatan dari komik Indonesia yang identik dengan pengertian cerita komik yang dijadikan oleh anak bangsa yang kemudian menjadi sebuah bacaan anak negeri dengan tema-tema kisah yang kebanyakan mengangkat tradisi dan kultur Nusantara. Dan di era tahun 1970-an, komik Indonesia berada pada masa puncak kejayaannya, dimana banyak komik yang diciptakan komikus legendaris Indonesia, Bapak R.A.Kosasih yang dinobatkan sebagai Bapak Komik Indonesia, sebagai komik yang kisahnya tidak lekang oleh waktu.

 

Berawal sekitar tahun 1930-an komik Indonesia lahir dengan rilis komik pertama berjudul Put On yang adalah komik bercerita jenaka yang dibuat oleh komikus Indonesia keturunan Tionghoa bernama Kho Wan Ghie. Dilanjutkan pada permulaan tahun 1950, seorang pelopor komik Indonesia bernama Abdulsalam telah menerbitkan komik bertema heroik di harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta yang kemudian dibukukan oleh harian Pikiran Rakyat, Bandung. Para pengamat komikindo mengatakan bahwa ini ialah komik Indonesia pertama yang dibukukan.

 

Dari tahun ke tahun komik Indonesia mengalami kemerosotan karya imbas digeser oleh produk komik asal Jepang manga yang membludak. Popularitas manga terus menduduki rating teratas hingga membikin para penggemar komik Indonesia melupakan komik buatan negeri sendiri. Hal ini betul-betul dinikmati pada era tahun 2005, dimana banyak sekali komik asal Jepang yang menguasai pasar Indonesia. Buah-anak muda yang menjadi pangsa pasar di bisnis komik ini justru lebih menyukai komik manga asal Jepang ini, sehingga produktivitas komik Indonesia kian jauh terperosok. Bahkan sampai pula melupakan komik asal Amerika yang lebih dahulu sampai di baca komik .

 

Tapi dengan berkembangnya potensi anak muda Millenial yang lebih suka hal-hal bersifat modern, karenanya banyak komikus Indonesia yang mengambil resiko untuk mulai kembali menggeluti bidang ini dan mencoba memperlihatkan karya-karya yang menjual. Tentu saja untuk menarik pasar karenanya komikindo diwujudkan menerapkan media komputerisasi yang jauh lebih menarik perhatian daripada media cetak. Hal ini rupanya dengan mulai bermunculan sederet nama komikus yang aktif di instagram dan jejaring sosial. Pun apa yang awalnya ditampilkan di media sosial sekarang melahirkan bisnis baru di industri komik.